MEDIA dlm KEHIDUPAN SOSIAL*)

Media merupakan hal yang sangat geming mengelilingi kehidupan manusia, manusia tidak bisa jauh dari yang namanya media. Bahkan secara tidak langsung kehidupan manusia diarahkan oleh media, dari gaya hidup, kebiasaan, cara bicara dll. Tapi sangat disayangkan bahwa media sekarang banyak kepentingan dan banyak pula yang kurang mendidik. Banyak sekali acara-acara di televisi yang sifatnya hanya sekedar hiburan tanpa memperhatikan unsure pendidikan di dalamnya, bahkan tidak sedikit pula yang menyajikan acara tanpa makna, seperti sinetron yang marak di televisi dengan alur cerita yang penjang tanpa kejelasan.
Di era kapitalis ini yang namanya media tidak jauh dari pemilik modal, sedangkan pemilik modal yang dipikirkan hanya satu yakni keuntungan. Acara-acara yang ditayangkan ditelevisi sedikit banyak memberi pengaruh kepada penonton, baik itu pengaruh positif maupun negative, pada kenyataannya pengaruh negative lebih dominan didapatkan oleh penonton. Penonton cenderung diarahkan oleh media ke arah yang kurang baik. Oleh karena itu kita sebagai kaum intelek harus melek media dalam arti kita harus bisa memilah dan memilih acara-acara yang dibawakan oleh media. Kita harus bisa dengan cerdas melakukan filterisasi terhadap media. Selain itu harus perlu ditingkatkan kesadaran untuk memilah dan memilih acara televisi.
Filterisasi sangat diperlukan dalam memilah dan memilih media/acara dalam televisi untuk menanamkan nilai-nilai positif yang disajikan dalam acara televisi tersebut. Sehingga media dapat membawa manusia kearah yang lebih baik, penyadaran kepada mesyarakat adalah yang sangat penting. Ketika sudah tertanam kesadaran dalam memfilter media, maka manusia hanya sebatas mengambil yang baik dan mengolah hal yang buruk menjadi lebih baik. Bahkan mungkin bias dimulai dengan membentuk media komunitas untuk melakukan counter hegemoni terhadap media, dengan mengembangkan ide-ide sederhana yang nantinya dapat dimuat dalam media dalam berbagai bentuk. Atau yang lebihekstrim kita bias menciptakan gerakan sehat nonton TV, karena TV merupakan barang yang selalu menemani kita, utamanya ketika kesepian dan kesepian akan menjadi bahaya kalau tidak didasari dengan cara berpikir yang sehat,.
Mengutip dari ungkapan orang arab, apabila rumahmu dipnggir pantai, jangan larang anakmu utnktuk bermain-main di pantai, tapi ajarilah anakmu berenang. Begitu pula dengan media, jangan pernah melarang anakmu untuk menikmati media (menonton TV), tapi arahkan anakmu untuk bisa mefilter yang baik dan dapat mengambil unsur-unsur pendidikan di dalamnya.
*)Sedikit resume hasil diskusi RESIST pada hari jum’at 18-02-2011 di warung cak MUSE yang diantar oleh Himawan Susanto, M. Si.
Share:

TAHUN BARU….BERMAKNAKAH???

Hidup bukanlah sekedar pergantian hari-hari semata
Dalam umur yang berkurang, ajal semakin dekat
Tiap detik yang dilalui aka nada pertanggungjawabannya
Umurmu adalah cermin dirimu, tiap waktu yang terlewati adalh pesan bisu dari catatan-catatan sebuah kesalahan untuk dimengerti dan direnungi

Untuk kesekian kalinya, kembali kita menghadapi siklus pergantian waktu. Tahun 2010 baru saja kita tinggalkan, dan 2011 telah datang. Dua atau tiga bulan sebelum memasuki 2011 negeri ini dibuat menangis. Musibah berdatangan. Bencana tak kunjung berhenti, mulai dari bencana alam banjir, tsunami, letusan merapi, penyiksaan buruh migran (TKI), serta sejumlah kasus hukum yang tak kunjung tuntas dikuak.
Setiap pergantian tahun biasanya diiringi oleh harapan, angan-angan atau mimpi. Mimpi kehidupan menjadi lebih baik. Meski “kehidupan lebih baik” berbeda tafsirnya dari satu ke orang lain, tetapi semua bersepakat, tahun baru melebihi dari sekedar pergantian tahun. Yang membuat pergantian tahun baru itu menarik adalah ada kata "baru". Sesiapa pun menggandrungi hal ini. Anak kecil, orang dewasa, kakek atau nenek jompo, hingga orang gila. Bila diberi sesuatu yang baru semuanya senang. Begitulah hakekat dasar manusia. Bila disuruh memilih hal yang lama dan yang baru pasti langsung memilih yang baru. Namun, terkadang kita kabur mensubstansiasikan "arti baru". Karena tahun baru itu semua orang bersuka cita. Turun ke jalan, karnaval, dan membuat komitmen akan perubahan di tahun yang baru dengan cara yang beraneka ragam dan aneh-aneh. Mulai dari muhasabah (evaluasi diri) hingga ekspresi kesenangan dengan pesta dan mabuk-mabukan. Yang menarik adalah jika semua orang menafsirkan arti baru itu serupa dengan perubahan. Bahwa perubahan waktu bukanlah pergantian waktu secara material. Tapi, pergantian waktu sebenarnya berporos pada aspek dalam diri manusia. Yang terjadi selama ini, waktu cenderung dijadikan sebagai objek yang disukuri. Padahal, waktu cumalah tanda (sign). Rasa sukur mestinya ditujukan pada realitas puncak dari waktu atau yang menciptakan waktu. Akibat persepsi yang keliru inilah terkadang kesukuran terhadap waktu atau semisal "tahun baru" diisi dengan perilaku yang hedon dan terkadang berlebihan.
Tahun baru akan lebih bermakna dan mempunyai essensi yang tinggi jika mulai menengok ke belakang, satu tahun telah berlalu dan memandang ke depan satu tahun tengah menjelang. Yang telah terjadi pada 2010 tidak lagi bisa diubah dan yang akan terjadi pada 2011 belum dapat diketahui. Yang dapat dilakukan adalah berharap agar di tahun yang baru ini kehidupan seluruh negeri menjadi jauh lebih baik. Untuk mewujudkan hal itu, semata berharap jelas tidak cukup. Ia harus didukung dengan rencana lebih baik, kinerja lebih produktif, suasana dan iklim lebih kondusif, komitmen lebih kuat, dan pengambilan keputusan lebih cepat, tegas, dan tepat serta jujur.
Semoga di Tahun yang Baru ini kita mempunyai prioritas dalam kehidupan untuk mewujudkan yang terbaik meraih Ridho-Nya….tetap semangat di jalan-Nya. FASTABIQUL KHOIROT
Share:

MENCERAHKAN SANG PENCERAH*) (Refleksi Film Sang Pencerah)

SANG PENCERAH………itulah judul film yag baru saja dirilis pada Bulan Ramadhan kemarin, banyak hal yag dapat diambil dari film tersebut, utamanya oleh warga Muhammadiyah yang notabene memang film tersebut menceritakan tokoh penting dalam Muhammadiyah, pelopor sekaligus pendiri Muhammadiyah dengan Lambang Matahari bersinar, yang mungkin itulah analogi sehingga memunculkan judul SANG PENCERAH. Ketika ditelaah lebih lanjut sang pencerah bukan hanya K. H. A. Dahlan, masih banyak sang pencerah lain yang berpengaruh dan membawa perubahan, seperti K. H. Hasyim Asy’ari, pergerakan Budi Utomo dll. Oleh karena itu judul Sang Pecerah kurang cocok ketika ditujukan pada sosok K. H. A. Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah, tapi lebih condong dengan lambang Muhammadiyah sendiri sebagai organisasi yang didirikan oleh K. H. A. Dahlan.

Terlepas dari itu semua, film sang pencerah memang sangat apresiatif dan memberikan nilai positif sebagai pembelajaran bagi para remaja jaman sekarang, utamanya para remaja Muhammadiyah. Menilik sejarah berdirinya Muhammadiyah sebagaimana diceritakan dalam film tersebut, bahwa K. H. A. Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah mempunyai warna yang berbeda dengan budaya islam di Jawa pada saat itu. Bahkan dalam salah satu sekenario dengan dibuat hiperbolis masyarakat Djogja (dalam hal ini suruhan dari pengurus masjid Jami’) merobohkan langgar kidoel, langgar yang didirikan K. H. A. Dahlan untuk berda’wah, selain itu K. H. A. Dahlan juga dicemooh dan dianggap kafir oleh masyarakat sekitar karena memang hal-hal yang diajarkan oleh K. H. A. Dahlan sangat bertentangan dengan budaya islam jawa pada saat itu. Pertentangan, cemoohan dan lain sebagainya telah dialami oleh K. H. A. Dahlan sampai akhirnya mendeklarasikan sebuah organisasi yang diberi nama MUHAMMADIYAH (Pengikut Muhammad) pada tahun 1912 M.
Melihat perjuangan dan perjalanan panjang da’wah K. H. A. Dahlan tidakkah hati kita terketuk sebagai warga Muhammadiyah, apa yang sudah kita perbuat untuk Muhammadiyah??? Apa kontribusi kita bagi Muhammadiyah??? Semua itu menjadi tanda Tanya besar bagi warga muhammadiyah. Bahkan yang sangat miris munculnya istilah Muhammadiyah sekarang bagai GAJAH BENGKAK (besar, tapi tidak bisa jalan), inikah puncak kejayaan muhammadiyah di usianya yang sudah 1 abad??? Kemana Angkatan Muda Muhammadiyah sebagai generasi penerus Muhammadiyah???. Sungguh tragis ketika Muhammadiyah sekarang, dengan amal usaha yang melimpah hanya dijadikan ladang untuk mencari penghasilan sampai melupakan ghiroh perjuangan Muhammadiyah. Bahkan banyak kader Muhammadiyah yang berselimut dalam kebesaran Muhammadiyah tanpa mau berjuang dan mengamalkan ajaran-ajaran keislaman sebagai dasar Muhammadiyah. Marilah kita berjuang bersama Muhammadiyah dan tidak hanya menjadi kader yang partisipatif, tapi menjadi kader yang ideologis dan fungsionaris. Mari kita kembalikan ghiroh perjuangan Muhammadiyah dengan da’wah amal ma’ruf nahi munkar.
Semoga dengan adanya film sang pencerah dapat mendobrak hati kita yang mungkin selama ini masih tertutup dengan kenyamanan dan kemapaan yang ada, semoga energy sang pencerah masuk dalam orang-orang Muhammadiiyah selanjutnya,dan semoga Muhammadiyah bisa tetap berdiri tegak dengan perkasa di bumi pertiwi ini dengan Da’wah Amal Ma’ruf Nahi Munkar………..Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

*)Rangkuman hasil diskusi IMM EKSTRA UM
Ahad, 17 Oktober 2010
Share:

VALENTINE DAY : Hari Apakah Itu? Benarkah Ia Hanya Kasih Sayang Belaka?

VALENTINE DAY : Hari Apakah Itu? Benarkah Ia Hanya Kasih Sayang Belaka?
Muh. Amri Mukhtarifin*)

Kasih sayang merupakan hal yang sangat sensitive terhadap setiap insane, apalagi bagi jiwa muda yang sangat menagumkan cinta dan kasih saying. Tanggal 14 Februari merupakan hari yang biasa dikenal sebagai hari kasih saying dan sudah menjadi budaya pada para kaula muda untuk merayakannya dengan member perhatian dan kasih saying yang lebih terhadap orang disekelilingnya, utamanya orang yang sangat dicintai.
VALENTINE DAY (HARI KASIH SAYANG), Benarkah ia hanya kasih sayang belaka? Sungguh merupakan hal yang ironis dan menyedihkan apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang karena kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo. Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'. Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari. Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang berarti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine melalui greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado/coklat dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merusak aqidah muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan, perjodohan dan kasih sayang.
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ? Mari kita renungkan firman Allah SWT “ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36) Islam sangat melarang kepercayaan yang mengikut kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid. Hadis Rasulullah SAW“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”. Hal-hal yang harus diberi perhatian dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.
1. PRINSIP / DASAR Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine
2. SUMBER ASASI Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
3. TUJUAN Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di muka bumi adalah baik. Tetapi bukan semenit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula berarti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah SAW bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
4. OPERASIONAL Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara. Perhatikanlah firman Allah SWT: “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27) Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, Sudah jelas …..!!!!! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (aqidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia. Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah memuja-muja Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyadari sejak dini, agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain. Mari beristiqomah dalam menjalankan syariat islam dan memerangi budaya kekafiran serta kesyirikan niscaya Allah akan selalu bersama kita….Wallahu a’lam bi Showab
*)Penulis adalah mahasiswa FT yang ingin bisa
Share:
Share:

Blogroll

Popular Post

Followers

Blog Stats


AD (728x90)

Popular Posts

Labels Cloud

Recent Posts