SOAL DAN JAWABAN TUGAS MODUL 3 Kegiatan Belajar 2.2 “Teori Belajar Kognitif”


SOAL

Kegagalan pembelajaran di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi dewasa ini lebih banyak terjadi pada proses (interaksi) pembelajaran. Setujukah bapak/ibu dengan pernyataan tersebut? Coba lengkapi jawaban bapak/ibu dengan penjelasan argumentatif.

JAWABAN

Sangat Setuju, hal ini sejalan dengan teori belajar kognitif yang menyatakan suatu aktifitas belajar yang berkaian dengan penataan informasi, reorganisasi perseptual, dan proses internal. Kegiatan pembelajaran yang berpijak pada teori belajar kognitif ini sudah banyak digunakan. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan strategi dan tujuan pembelajaran, tidak lagi mekanistik sebagaimana yang dilakukan dalam pendekatan behavioristik. Kebebasan dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar amat diperhitungkan, agar belajar lebih bermakna bagi siswa.
Sedangkan kegiatan pembelajarannya mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut:
  1. Siswa bukan sebagai orang dewasa yang muda dalam proses berpikirnya. Mereka mengalami perkembangan kognitif melalui tahap-tahap tertentu.
  2. Anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar akan dapat belajar dengan baik, terutama jika menggunakan benda-benda kongkrit.
  3. Keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar amat dipentingkan, karena hanya dengan mengaktifkan siswa maka proses asimilasi dan akomodasi pengetahuan dan pengalaman dapat terjadi dengan baik.
  4. Untuk menarik minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengkaitkan pengalaman atau informasi baru dengan setruktur kognitif yang telah dimiliki si belajar.
  5. Pemahaman dan retensi akan meningkat jika materi pelajaran disusun dengan menggunakan pola atau logika tertentu, dari sederhana ke kompleks.
  6. Belajar memahami akan lebih bermakna dari pada belajar menghafal. Agar bermakna, informasi baru harus disesuaikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Tugas guru adalah menunjukkan hubungan antara apa yang sedang dipelajari dengan apa yang telah diketahui siswa.
  7. Adanya perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatiakan, karena factor ini sangat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa. Perbedaan tersebut misalnya pada motivasi, persepsi, kemampuan berpikir, pengetahuan awal, dan sebagainya.
Penerapan teori kognitif ini contohnya pada pembelajaran mandiri, dimana siswa dapat belajar sesuai dengan tingkat perkembangannya sendiri dan sesuai dengan kecepatannya sendiri. Sebagaimana yang disampaikan Piaget (Collin, dkk:2012) dalam teorinya bahwa tujuan utama dalam proses pembelajaran adalah menghasilkan manusia yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru”. Selain model pembelajaran mandiri, model diskusi dengan memfokuskan pada perkembangan siswa dan guru sebagai fasilitator untuk membantu siswa berkembang sesuai dengan struktur kognitifnya, juga merupakan contoh penerapan teori kognitif.
Share:

SOAL DAN JAWABAN TUGAS MODUL 3 Kegiatan Belajar 2.1 “Analisa Video Kognitif”



SOAL 

Setelah bapak ibu melihat video bagaimana teacher Toni menyelesaikan masalah belajar dengan teori Kognitif, cobalah bapak ibu membuat simpulan sebanyak 1 halaman tentang bagaimana cara teacher Toni menerapkan teori Kognitif dalam pembelajaran? Berikan pula komentar bapak/ibu terhadap strategi tersebut!




JAWABAN

Teacher Toni menyelesaikan masalah pembelajaran di dalam kelas dengan melakukan pendekatan kognitif. Teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Tidak seperti model belajar behavioristic yang mempelajari proses belajar hanya sebagai hubungan stimulus-respon, model belajar kognitif merupakan suatu bentuk teori belajar yang sering disebut sebagai model perseptual. Model belajar kognitif mengatakan bahwa tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang nampak.
Dalam pembelajaran yang dilakukan techer Toni menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. Memisah-misahkan atau membagi-bagi situasi/materi pelajaran menjadi komponen-komponen yang kecil-kecil dan mempelajarinya secara terpisah-pisah, akan kehilangan makna. Pembelajaran yang dilakukan teacher Toni mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktifitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks.
Proses belajar yang dilakukan teacher Toni antara lain mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki dan terbentuk di dalam pikiran seseorang berdasarkan pemahaman dan pengalaman-pengalaman sebelumnya.
Menurut hemat kami, teori pembelajaran kognitif sangat cocok dilakukan, dengan pembelajaran yang mengutamakan proses maka siswa akan bisa menyerap pelajaran dengan baik sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing, tidak harus memaksakan kompetensi yang tidak mampu dipelajari, karena teori kognitif memilah-milah dan mengklasifikasikan siswa sesuai dengan kemampuannya dan membaginya dalam kelompok kecil, selain itu guru sudah merencanakan proses pembelajaran yang baik dalam pelaksanaan pembelajaran kognitif.

Share:

Blogroll

Popular Post

Followers

Blog Stats


AD (728x90)

Popular Posts

Labels Cloud

Recent Posts